Galaxy Z Fold 8 Resmi Meluncur, Tawarkan Layar Raksasa dan Performa Gahar
EKONOMISIA.com – Samsung akhirnya melepas Galaxy Z Fold 8 ke pasar global, membawa sejumlah pembaruan yang membuat kategori ponsel lipat kembali menarik perhatian konsumen setelah beberapa tahun terkesan stagnan. Perangkat ini hadir dengan bodi setipis 4,5 milimeter saat terlipat dan bobot hanya 201 gram, menjadikannya salah satu ponsel lipat paling nyaman digenggam yang pernah diuji media teknologi.
Daya tarik utama Galaxy Z Fold 8 terletak pada layar internalnya yang berukuran sekitar 7,6 inci, jauh lebih lega dibanding pendahulunya. Kombinasi refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 3.000 nits membuat layar tetap nyaman dilihat bahkan di bawah terik matahari.
Teknologi anti-silau bawaan Samsung turut memastikan pengalaman menonton video maupun bermain gim seperti Mario Kart versi mobile terasa maksimal. Bagian layar luar berukuran 5,5 inci tetap memungkinkan pengguna mengoperasikan kamera, pesan, dan telepon tanpa perlu membuka perangkat.
Dari sisi dapur pacu, Galaxy Z Fold 8 mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk Galaxy dengan pilihan RAM 12GB hingga 16GB serta kapasitas penyimpanan 256GB, 512GB, dan 1TB. Hasil uji Geekbench 7 mencatat skor single-core 2.375 dan multi-core 6.766, unggul signifikan dibanding kompetitor sekelas seperti Motorola Razr Ultra.
Baterai berkapasitas 4.800mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W kabel dan 20W nirkabel disebut mampu menopang aktivitas harian tanpa kendala berarti, meski suhu perangkat sedikit menghangat saat merekam video beresolusi tinggi dalam waktu lama.
Sektor kamera menjadi salah satu aspek yang mendapat sorotan. Galaxy Z Fold 8 dibekali kamera ganda 50MP wide dan 50MP ultrawide yang mampu menangkap detail dengan baik pada kondisi terang maupun gelap. Namun, kamera selfie 10MP di bagian dalam layar dinilai kurang maksimal, sehingga banyak pengguna disarankan memanfaatkan kamera utama untuk hasil swafoto yang lebih tajam. Fitur zoom digital 2x pada perangkat ini juga bekerja cukup baik, meski belum sebanding dengan lensa telefoto sungguhan.

Keunggulan lain Galaxy Z Fold 8 terletak pada rangkaian fitur kecerdasan buatan yang terintegrasi lewat kerja sama erat Samsung dengan Google. Pengguna mendapat akses gratis ke Google AI Pro selama enam bulan sebelum dikenai biaya berlangganan 19,99 dolar AS per bulan.
Asisten Gemini turut menghadirkan ringkasan harian bernama “Now Brief”, sementara fitur pengeditan foto berbasis AI memudahkan pengguna menghapus objek yang mengganggu komposisi gambar hanya dengan beberapa ketukan.
Soal banderol harga, Galaxy Z Fold 8 dijual mulai 1.899,99 dolar AS, sebuah angka yang tetap tergolong premium meski dianggap kompetitif di tengah kenaikan harga komponen memori global. Untuk meringankan beban konsumen, Samsung turut menghadirkan skema kartu kredit Galaxy yang memungkinkan pembelian dicicil.
Tak hanya soal spesifikasi, respons pasar terhadap Galaxy Z Fold 8 juga tergolong luar biasa. Berdasarkan estimasi informan Ice Universe, total pemesanan awal keluarga Galaxy Z Fold 8 βtermasuk varian Ultra dan Z Flip 8β berkisar 4,7 hingga 5,2 juta unit, dengan Galaxy Z Fold 8 reguler menyumbang porsi terbesar sekitar 2,9 juta unit.
Tingginya permintaan, khususnya untuk varian warna Pistachio, membuat stok di sejumlah pasar termasuk Korea Selatan cepat menipis dan memaksa Samsung menyesuaikan jadwal pengiriman.
Fitur Quick Share yang kini mendukung transfer file lintas platform ke perangkat Apple turut menjadi nilai tambah yang dinilai mampu menarik minat pengguna iPhone untuk beralih. Berjalan di atas sistem operasi Android 17 dengan antarmuka One UI 9, Galaxy Z Fold 8 menegaskan ambisi Samsung mempertahankan dominasi di segmen ponsel lipat premium.
Nadia Ariestya
Redaksi ekonomisia.com menyajikan liputan ekonomi dan bisnis kawasan secara akurat dan berimbang.

Tulis Komentar