Saham META Naik 11% Berkat Muse AI, Target Harga Melejit ke $796
EKONOMISIA.com – Saham Meta Platforms (META) melesat lebih dari 11 persen pada perdagangan Senin, didorong kombinasi kenaikan target harga dari Wells Fargo dan lonjakan popularitas aplikasi asisten AI terbaru mereka, Muse, yang sempat menduduki posisi teratas di App Store Apple (AAPL). Momentum ini datang tepat sebulan setelah CEO Mark Zuckerberg memaparkan visi ambisiusnya soal AI pribadi untuk setiap pengguna.
Dalam manifesto sepanjang 6.500 kata yang dirilis Agustus lalu, Zuckerberg menegaskan bahwa setiap orang idealnya memiliki agen AI gratis yang mampu membantu berbagai aspek kehidupan, mulai dari relasi personal, pekerjaan, hingga hobi. Muse AI, yang diluncurkan tak lama setelahnya, digadang-gadang sebagai jawaban konkret atas visi tersebut.
Sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance (https://finance.yahoo.com/), analis Wells Fargo Ken Gawrelski menaikkan target harga saham META dari 640 dolar AS menjadi 796 dolar AS dalam catatan risetnya kepada investor. Gawrelski menilai rentetan peluncuran model AI Meta yang sukses, termasuk Muse Spark dan asisten Muse, sebagai bukti bahwa perusahaan “kini memiliki kisah untuk diceritakan” terkait kemampuan dan layanan AI-nya.
Penilaian positif juga datang dari Goldman Sachs. Analisnya mempertahankan peringkat “Beli” dengan target harga 725 dolar AS untuk saham META, menyebut peluncuran Muse AI sebagai katalis penting bagi performa saham ke depan. Meta sendiri menggambarkan Muse bukan sekadar chatbot penjawab pertanyaan, melainkan agen yang benar-benar bekerja.

Brendan McDermid | Reuters
“Ini bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi benar-benar melakukan pekerjaan. Ini membantu orang untuk tetap mengontrol berbagai hal, mengurangi beban tugas dan proyek, dan mengubah tujuan jangka panjang menjadi rencana aksi,” demikian pernyataan perusahaan dalam pengumuman yang diposting 8 September.
Penyebab Saham META Naik
Lonjakan ini menandai perubahan drastis dibanding tahun lalu, saat Meta bergulat dengan penundaan model AI dan sorotan publik atas belanja miliaran dolar untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Sejak itu, Zuckerberg merombak laboratorium AI Meta dengan merekrut Alexandr Wang, salah satu pendiri sekaligus mantan CEO Scale.AI, sebagai kepala divisi AI perusahaan.
Kenaikan target harga dan performa kuat Muse ini muncul menjelang konferensi tahunan Meta Connect yang digelar Rabu mendatang, di mana Zuckerberg dijadwalkan menyampaikan pidato utama soal rencana perusahaan di bidang AI dan perangkat wearable.
Meski demikian, tantangan besar tetap membayangi. Sepanjang tahun berjalan, saham META baru naik tipis 1 persen, jauh tertinggal dari kompetitor. Dalam 12 bulan terakhir, saham Meta bahkan turun sekitar 5 persen, berbanding terbalik dengan Amazon (AMZN) yang melesat 38 persen dan Google (GOOG, GOOGL) yang naik 11 persen.
Microsoft (MSFT) juga sedikit mengungguli Meta dengan penurunan hanya 4 persen. Namun dalam tiga bulan terakhir, saham Meta justru melonjak tajam 30 persen, kalah tipis dari Microsoft yang naik 35 persen.
Belanja modal raksasa turut menjadi sorotan investor. Meta diproyeksikan menghabiskan 130 hingga 145 miliar dolar AS untuk belanja modal sepanjang 2026, setelah mengeluarkan 31,08 miliar dolar AS hanya dalam kuartal kedua. Dengan basis pengguna harian mencapai 3,6 miliar orang lintas platform Facebook, Instagram, Messenger, Threads, dan WhatsApp, keberhasilan monetisasi AI lewat Muse bisa menjadi penentu arah saham META ke depan.
Raihan Fadli
Redaksi ekonomisia.com menyajikan liputan ekonomi dan bisnis kawasan secara akurat dan berimbang.

Tulis Komentar