RUANG IKLAN โ€” 970 x 90
News Update

Zuckerberg Dukung Nvidia soal Keamanan AI, Beda Sikap dengan Anthropic

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, AS, 9 Juli 2026. Brendan McDermid | Reuters
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menghadiri Konferensi Media dan Teknologi tahunan Allen and Co. Sun Valley di Sun Valley Resort di Sun Valley, Idaho, AS, 9 Juli 2026. Brendan McDermid | Reuters
RUANG IKLAN โ€” 728 x 90

EKONOMISIA.com – Perdebatan soal kecepatan pengembangan kecerdasan buatan kembali memanas setelah Mark Zuckerberg buka suara. CEO Meta itu secara terbuka merapat ke kubu Jensen Huang dari Nvidia, bukan ke sikap hati-hati yang selama ini digaungkan bos Anthropic, Dario Amodei.

Sikap Zuckerberg disampaikan lewat unggahan di platform X pada hari Selasa. Ia menegaskan bahwa laboratorium AI yang abai terhadap penyelarasan nilai justru akan tertinggal dalam persaingan, bukan karena regulasi, melainkan karena tekanan pasar dan risiko hukum.

Sebagaimana dikutip dari CNBCย perdebatan ini mencuat setelah Dario Amodei menulis esai akhir pekan lalu yang mendesak industri memperlambat laju peningkatan kemampuan model AI, sebuah gagasan yang sempat mendapat dukungan CEO OpenAI Sam Altman namun langsung dikritik Presiden Donald Trump.

RUANG IKLAN โ€” 336 x 280

Zuckerberg berpandangan berbeda. Menurutnya, ancaman tanggung jawab hukum yang besar sudah cukup memaksa perusahaan teknologi menjaga keamanan produknya tanpa perlu memperlambat inovasi.

“Ada banyak perdebatan tentang memperlambat kemajuan dalam hal kemampuan sampai keselarasan tercapai. Pandangan saya adalah bahwa kepercayaan dan keselarasan dengan cepat menjadi kemampuan terpenting yang akan membedakan agen dan model,” ujar Zuckerberg.

Ia turut mengungkap bahwa Meta sempat menahan peluncuran teknologi AI bernama Muse demi alasan keamanan, meski tidak ada dorongan eksternal. “Kami melakukannya sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari karena jelas itu adalah hal yang tepat untuk orang-orang dan untuk kami,” katanya.

Posisi Zuckerberg ini sejalan dengan pernyataan Jensen Huang di ajang Dreamforce milik Salesforce pada hari yang sama. Kepada CEO Salesforce Marc Benioff, Huang menegaskan pembuat model AI semestinya bertanggung jawab sendiri atas produknya, bukan menyerahkan urusan itu ke regulasi pemerintah.

Dalam wawancara terpisah di acara Mad Money CNBC, Huang bahkan menyebut aturan semacam itu “sama sekali tidak perlu” karena aturan soal keandalan produk sudah cukup banyak.

Amodei tak tinggal diam. Di panggung yang sama, ia kembali menegaskan bahwa memperlambat laju pengembangan justru bentuk kepemimpinan industri, bukan kelemahan. Sementara itu, Altman dalam sesi bincang bersama Benioff mengakui kekhawatiran bahwa tekanan kompetisi bisa membuat sejumlah perusahaan mengabaikan keselamatan demi mengejar pasar.

Perbedaan pandangan tiga raksasa teknologi ini menunjukkan belum ada konsensus tunggal soal batas aman pengembangan AI, di tengah persaingan global yang terus memanas.

Bagikan: f ๐•
RUANG IKLAN โ€” 728 x 90
Ditulis oleh

Faisal Rahman

Redaksi ekonomisia.com menyajikan liputan ekonomi dan bisnis kawasan secara akurat dan berimbang.

Berita Terkait

Tulis Komentar