RUANG IKLAN β€” 970 x 90
News Update

IHSG Melemah Tajam ke 6.497, Harga Minyak Dunia Meroket 7% Akibat Konflik Timur Tengah

Ilustrasi papan pergerakan saham atau IHSG di bursa, menggambarkan sorotan terhadap sejumlah saham berimbal hasil dividen tinggi yang berisiko pemangkasan.
Ilustrasi papan pergerakan saham di bursa, menggambarkan sorotan terhadap sejumlah saham berimbal hasil dividen tinggi yang berisiko pemangkasan.
RUANG IKLAN β€” 728 x 90

EKONOMISIA.com – IHSG melemah signifikan pada perdagangan Jumat pagi (11/9/2026), tertekan oleh lonjakan tajam harga minyak dunia menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Berdasarkan data RTI Business, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu turun 1,40% ke posisi 6.497,36 pada pukul 11.00 WIB, setelah sempat anjlok mendekati 2% dan menyentuh titik terendah di 6.462,96 pada awal sesi.

Pelemahan IHSG hari ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya, saat indeks ditutup turun 0,73% ke 6.541,37 dengan 453 saham berakhir di zona merah dari total transaksi Rp14,73 triliun. Analis menilai penyebab utama gejolak pasar adalah harga minyak WTI yang menembus US$104 per barel, sementara Brent mendekati US$108, level tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir.

Sebagaimana dikutip dari riset BRI Danareksa Sekuritas, lonjakan harga minyak dipicu eskalasi AS-Iran, serangan ke tanker minyak Iran, rudal ke Yordania, serta serangan Houthi ke fasilitas energi Arab Saudi. Analis lembaga tersebut menambahkan bahwa pasar tengah memperhitungkan sikap hawkish The Fed akibat tekanan inflasi dari lonjakan harga energi, sehingga saham dan emas justru tertekan bersamaan meski harga minyak melesat karena risiko geopolitik.

RUANG IKLAN β€” 336 x 280

Di tengah gejolak harga minyak, harga emas spot justru ikut melemah ke kisaran US$4.300 per ons, melanjutkan koreksi hampir 2% pada sesi sebelumnya. Kondisi ini berkaitan dengan data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang naik 0,4% secara bulanan pada Agustus 2026, dengan komponen energi sebagai penyumbang utama kenaikan sebesar 4,2%.

Penyebab IHSG Lemah

Riset MNC Sekuritas menilai pelemahan IHSG hari ini sejalan dengan koreksi bursa saham global akibat kenaikan harga minyak dunia, ditambah tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah. Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menyebutkan posisi pergerakan IHSG tengah berada di fase downtrend dan telah mencapai target koreksi di level 6.502, dengan area koreksi berikutnya perlu dicermati di kisaran 6.448.

Probabilitas The Fed menaikkan suku bunga pekan depan kini meningkat hingga 72%, meski inflasi inti mulai melandai. Pasar tenaga kerja AS yang dinilai belum cukup melemah turut memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat tersebut, sejalan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level 4,95%.

Sebelumnya, Phintraco Sekuritas dalam riset harian memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level moving average 20 hari di sekitar 6.525, dengan area support lanjutan di kisaran 6.400–6.460 apabila tekanan jual berlanjut. Untuk informasi resmi data perdagangan, investor dapat memantau situs Bursa Efek Indonesia.

Bagikan: f 𝕏
RUANG IKLAN β€” 728 x 90
Ditulis oleh

Nadia Ariestya

Redaksi ekonomisia.com menyajikan liputan ekonomi dan bisnis kawasan secara akurat dan berimbang.

Berita Terkait

Tulis Komentar