RUANG IKLAN β€” 970 x 90
Keuangan

IHSG Melesat 1% ke 6.526 Jelang Keputusan The Fed

Ilustrasi papan pergerakan saham atau IHSG di bursa, menggambarkan sorotan terhadap sejumlah saham berimbal hasil dividen tinggi yang berisiko pemangkasan.
Ilustrasi papan pergerakan saham di bursa, menggambarkan sorotan terhadap sejumlah saham berimbal hasil dividen tinggi yang berisiko pemangkasan.
RUANG IKLAN β€” 728 x 90

EKONOMISIA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil mengejutkan pada perdagangan Rabu (16/9/2026), setelah sempat dibuka melemah lalu berbalik arah dan melesat ke zona hijau. Pada pukul 09.32 WIB, IHSG tercatat naik 1,02% atau 65,66 poin ke level 6.526,81, jauh berbeda dari prediksi sejumlah analis yang sebelumnya memperkirakan indeks masih akan tertekan.

Pembalikan arah ini terjadi hanya berselang beberapa jam usai IHSG dibuka di 6.453,91 dan sempat menyentuh titik terendah 6.445,24. Dari titik itu, indeks justru melompat hingga menembus level tertinggi hari ini di 6.526,81, mematahkan proyeksi pelemahan lanjutan yang sempat mewarnai perdagangan lima hari beruntun sebelumnya.

Sebagaimana disampaikan dalam catatan riset yang beredar di kalangan investor, analis Phintraco Sekuritas sempat memperingatkan bahwa harga minyak yang bertahan tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan membebani pergerakan IHSG. “Harga minyak yang bertahan di level tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor negatif yang memengaruhi pergerakan IHSG,” tulis analis Phintraco.

RUANG IKLAN β€” 336 x 280

Faktanya, harga minyak dunia justru menjadi salah satu pendorong utama penguatan hari ini. Sektor energi melesat 5,49%, memimpin penguatan delapan sektor saham, disusul sektor barang baku yang naik 1,12%. Lonjakan ini sejalan dengan kenaikan harga minyak Brent hampir 3% ke US$108,75 per barel dan WTI yang menguat lebih dari 4% menjadi US$105,83 per barel, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah, termasuk gangguan jalur distribusi minyak Arab Saudi.

Penopang utama lonjakan IHSG datang dari saham Bayan Resources (BYAN) yang melesat 19,85% ke level 12.225 hingga menyentuh batas auto reject atas, setelah sebelumnya terkoreksi dalam. Di sisi lain, sektor properti dan infrastruktur masih tertekan, masing-masing turun 3,13% dan 0,83%, mencerminkan penguatan yang belum merata di seluruh lapisan pasar.

Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, sebelumnya memperingatkan skenario terburuk IHSG rawan menguji area 6.290-6.370. “Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6.370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.541-6.581,” ujar Herditya.

Investor kini menanti keputusan suku bunga The Fed pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB, dengan probabilitas kenaikan 25 basis poin ke 3,75%-4,00% mencapai 92,4% menurut CME FedWatch.

Bagikan: f 𝕏
RUANG IKLAN β€” 728 x 90
Ditulis oleh

Raihan Fadli

Redaksi ekonomisia.com menyajikan liputan ekonomi dan bisnis kawasan secara akurat dan berimbang.

Berita Terkait

Tulis Komentar